~ My RooM, My Everything;) ~

Tempat gw pertama kalinya berani menulis dan di publish untuk umum.. Isinya bener2 gw banget, apa yang terlintas, apa yang kerasa, apa yang kepikiran dan menggelitik gw untuk menuliskannya dan membaginya dengan orang lain.. Terlepas isinya mutu apa enggak, menarik apa enggak, nyinggung orang lain apa nggak..semuanya diluar kendali gw.. It’s Just a Blog, So Welcome n joy my blog =)

Ctrl+S Kebaikan

Filed under: Rada Dalem — lia7783 at 7:45 pm on Friday, April 21, 2006

Kirim Teman | Print Artikel

Berita Terkait:

• Paku Pagar …

• Hadiah …

• Melihat Karakter

Seperti biasanya, di akhir minggu Joyo dan anaknya yang beranjak dewasa, Joni, berjalan-jalan santai di sepanjang pantai. Pembicaraan antarmereka yang penuh gelak canda, tiba-tiba berubah serius. Rupanya Joyo tidak menyetujui salah satu tindakan Joni di masa lalu. Sebaliknya, Joni menilai sikap ayahnya tidak proporsional terhadapnya. Nah, lantaran bersikukuh atas pendapatnya masing-masing, terjadilah pertengkaran hebat. Joyo sempat kehilangan kendali, menampar sang anak. Anehnya, Joni diam saja tak bereaksi. Ia mengambil sebuah ranting kayu dan menulis di pasir: Hari ini ayah memukulku. Ia menandai tempat itu dengan menancapkan kayu tersebut di pasir.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan. Ketika mendaki jalan setapak di tebing batu karang, Joyo tersandung batu dan nyaris tergelincir. Untunglah, secepat kilat Joni memegang pohon di dekatnya dan menyambar tangan sang ayah sehingga terhindar dari bencana fatal. Setelah hatinya tenang, Joyo merogoh pisau lipat dari sakunya. Ia memahat permukaan batu cadas itu dengan tulisan, Hari ini Joni menyelamatkan nyawaku. Sampai kapan pun tulisan itu akan tetap terpatri di situ.

Kedua pria itu akhirnya tidak meneruskan perjalanan. Mereka memutuskan kembali pulang menelusuri pantai. Benarlah, beberapa saat kemudian melewati tempat mereka berdua berantem. Tongkat Joni masih tertancap di situ, namun kalimat yang tertulis di pasir telah lenyap tersaput riak ombak. Joni mencabut kayu dan melemparkannya ke lautan. Ayah beranak berpelukan.

Joni telah memberi pelajaran berharga. Setiap kepedihan, kemarahan, dan kesengsaraan yang kita alami, pasti akan tersimpan dalam ruang di hati dan pikiran. Sebuah ruang yang sama tempat kita juga menyimpan kebaikan, harapan, dan maaf. Yang dilakukan Joni, memencet Ctrl+S (save) untuk semua kebaikan. Sementara, segala kekecewaan dan penderitaan di-Del (delete) secepatnya. Namun seperti kata Gail Hamilton, pengarang Amerika, meski setiap orang bertanggung jawab untuk semua kebaikannya — karena di hatinya selalu tersedia ruang untuk itu– tak seorang pun bisa mengklaim dirinnya memiliki ruang paling besar. *

melihat karakter

Filed under: Rada Dalem — lia7783 at 7:39 pm on Friday, April 21, 2006

Melihat Karakter

Suatu siang sepasang pasutri turun dari KA di Boston, AS.

Yang perempuan mengenakan rok lusuh kedodoran. Suaminya terbalut pantalon tenun yang sudah usang. Mereka bermaksud menemui rektor Harvard University di kota tersebut.

Beliau sedang sibuk, ujar sekretaris rektorat ketus.

Kalau demikian, kami akan menunggu, jawab sang wanita.

Terganggu dengan kedatangan orang dusun tak diundang, sang sekretaris sengaja mendiamkan tamunya seraya berharap mereka akan putus asa dan pergi. Ternyata tidak. Pasutri itu sabar dan rela menunggu berjam-jam, sampai akhirnya sekretaris terpaksa membujuk rektor agar menemui mereka.

Tamu perempuan memulai pembicaraan. Kami punya anak laki-laki yang belajar di Harvard. Ia amat mencintai almamaternya. Bulan lalu ia meninggal karena kecelakaan. Kami bermaksud membuat semacam monumen peringatan untuk anak kami tercinta di kampus ini.

Nyonya, sergah rektor dengan nada gusar, Kami tidak bisa meluluskan permintaan Anda. Kalau setiap almunus Harvard meninggal dan patungnya dipajang, tempat ini akan seperti kuburan masal.

Maaf, kami tak bermaksud begitu. Kami hanya ingin menyumbang gedung untuk universitas ini."

Mata sang rekror terbelalak. Sambil menatap pakaian tamunya yang lusub, rektor menjawab. Sudahkah Anda pikirkan berapa besar biayanya? Untuk membangun sarana fisik kampus ini kami mengeluarkan lebih dari limajuta dollar!

Perempuan tersebut terdiam. Rektor tersenyum penuh kemenangan. Mana mungkin mereka punya uang sebanyak itu. Seraya melirik suaminya, perempuan itu berkata lirih, Kalau biayanya hanya sebesar itu, kenapa kita tidak membangun universitas sendiri saja? Suaminya mengangguk. Akhirnya pasutri yang belakangan diketahui bernama Leland & Jane Standford tersebut berpamitan.

Sejarah mencatat tanggal 1 Oktober 1891 di Palo Alto, California, berdiri megah sebuah universitas yang menyandang nama mereka. Standford University, monumen peringatan untuk putra mereka yang tidak lagi dipedulikan Harvard.

Dongeng di atas memang cuma lelucon belaka. Namun oleh Malcolm Forbes, pernah dikutip untuk memberi ilustrasi, Kita bisa menilai karakter orang dengan melihat cara mereka memperlakukan orang lain.

Gw Naksir Dia…

Filed under: Love — lia7783 at 12:21 am on Tuesday, April 18, 2006

Tik..Tok..Tik..Tok..eh, salah dag.dig.dug.dag.dig.dug..dhhuuuarrr….

hhhhhhh….ga’ karu-karuan aja niy irama jantung gw..Tiap kali liat dia pasti kaya’ gini..ga’ nyaman banget..dia makin keren aja..tiap gw liat kerennya bukannya b’kurang tapi malah kian b’tambah..hehehehehe…

hmmm…ada yng ga’ beres niy ama gw..jangan-jangan, jangan-jangan, jangan-jangan…(Ih,…ga’ berani ngebayangin..!!)

Ada rasa aneh yg hadir di hati ini tanpa tau dari mana datangnya..Cuma gw ngerasa rasa ini udah lama……..banget ga pernah lagi gw rasain, seolah berasal dari dunia asing tak tersentuh.

OMG…(Oh, My God!) gw takut..gw takut klo emang semua yg gw rasain ini adalah rasa ‘itu’..

Asing, aneh, dan ga’ biasanya…"Lee, Lee..udah separah itukah?!" hati kecil gw berbisik menyudutkan, menimbulkan rasa dingin menusuk ke’ego’an gw.Yah,…emang udah parah banget, hati ini udah seperti cadas…

Gw ga’ ingat lagi sejak kapan hati gw membeku seperti ini, yang pasti sejak gw sadar gw telah menyakiti dan disakiti…!! Sampai akhirnya hati ini mati rasa, lebur b’sama ke’ego’an dan ke’feminis’an gw..

Entahlah..mungkinkah akhirnya gw luluh juga dan ga’ bisa ngelawan kodrat? Tapi apakah selama ini gw ngelawan kodrat? Ga juga kok, malah gw enjoy bgt ama diri gw, ama apapun yg gw lakukan. Gw bahagia..gw ga’ pernah melawan kodrat, apalagi menggugat nasib..Bukan gw bgt deh..Gw malah mencoba utk selalu mengurai rasa syukur ini di setiap pagi yang masih tersisa bagi gw..Gw mengalir b’sama Sang Hidup dan menikmati setiap iramanya..indah..dan penuh kejutan..

Oh, ya kembali ttg irama jantung gw yg ga’ karuan tiap kali melihat dia..Yah, gw-pun menikmatinya. Ga’ pernah tuk berharap lebih ataupun berusaha membunuhnya..Biarlah dia seperti adanya..

Cuma gw seneng aja ternyata gw ga’ sedingin yang gw pikir selama ini, ternyata gw masih punya ‘hati’. Apapun ending dari semua rasa ini gw akan menerimanya dengan penuh rasa syukur karena gw dapet satu pelajaran berharga "jangan pernah memusuhi diri sendiri, cobalah untuk berdamai dan mendengarkan suara nurani"

(Secret Admirer)

CINTA ITU ADA GA SEH…?!

Filed under: Love — lia7783 at 8:28 pm on Friday, April 14, 2006

Dah lama ga ketemu ama seorang temen lama, masih spt dulu.. kami ngobrol ngalor ngidul..ttg apa aja..ampe buntut2nya ttg ‘married’..Ga berlebihan kale kalo gw nanya kapan dia merit ama pacarnya krn dah lama bgt pacaran..kurang lebih tujuh taon, dengan masa putus-nyambung sebanyak 2-3 kali.Hmmm..kalo utk masa penjajakan spt org2 bilang mungkin udah lebih dari cukup, mereka-pun udah ngelewatin masa-masa pasang surut dalam kehidupan cinta mereka. Jadi dalam pandangan awam spt gw ,itu udah cukup bgt utk dilanjutkan pd tingkat yg lebih serius. Keluarga udah sama2 setuju, temen2 juga dah lama kenal dan malah udah akrab, kalo soal mapan spt-nya juga udah..so, tunggu apa lagi coba?!

Tapi kenapa kekhawatiran masih membayangi? khususnya temen gw itu..masih mo mencari yg terbaik, terbaik..kalo ada yg lebih baik kenapa nggak? itu alasannya ketika gw mencoba utk meminta penjelasannya.Hhhh…ternyata waktu yg udah selama itu tidak cukup utk mengukuhkan hatinya dan menetapkan bahwa pacarnya adalah ’someone who, she can’t live without him" dan banyak hal lain yg gw ga hbis pikir kenapa dia masih meragukan dan berniat utk tetep mencari yg lebih baik..Pussyyiiinnnggg…

But, gw harus menghormati prinsip dia, toh dia yg lebih tau apa yang dia pengen dan dia butuhin dlm hidupnya kan? Cuma yg jadi pertanyaan dlm benak gw, ternyata manusia ga pernah merasa puas..manusia selalu mencari dan mencari..dan kadang melupakan apa yang udah ada di tangan utk mengejar yg masih dalam angan2..sampai akhirnya ketika udah kehilangan dia baru nyadar bahwa betapa berartinya apa yg pernah dimilikinya..intinya manusia baru merasa memiliki sesuatu ketika udah kehilangan sesuatu itu..

Itu mungkin cuma salah satu contoh, banyak contoh lain yg gw liat..pacaran..lama-lama..sampe akhirnya keilangan makna dan keragu-raguan mulai menguasai pikiran utk melangkah ke tingkat yang lebih serius sampai akhirnya cinta berjalan di tempat. Lho kalo gitu utk apa pacaran kalo cuma gitu-gitu doang? Yah, daripada jomlo emang enak? kalo ada pacar kan ada yg nemenin kemana-mana, ada yg ngangenin, ada yg care, ada yg manjain, blablabla…itu kata org yg ga bisa klo ga pacaran, lain lagi bg org yg p’caya bahwa pacaran itu setelah nikah aja, ya dengan atas nama agama pacaran itu haram blablabla..ada juga yg ga mo pacaran tapi TTM aja..yg ngincar orang2 kalangan ‘the have’ pun juga ada.Dan mereka punya alasan masing2 dengan pilihan yg mereka ambil. Whatever-lah..itu hak masing2 orang utk make prinsip yg mana..

Cuma sayang aja, hidup yg sangat singkat ini cuma dipusingin utk hal2 berbau cinta, kaya’ ga ada urusan yang lebih penting aja..(itu versi gw, terserah klo ada yg mo protes..)

Pada pemuja cinta..

Pada yang pernah terluka oleh cinta..

Pada yang ga percaya lagi masih ada cinta…

Pada pencari cinta…

Itu hak anda masing2 dengan pandangan hidup anda ttg cinta..

Peace….!!

(renungan ttg cinta..)