Pesona bus ajep-ajep..^_^..
Menatap kesumpekan dan semrawut kota dari jendela kaca bus yang berdebu. Asap dari knalpot motor yang bunyinya memecah pagi, orang yang menunggu bus dan angkot di halte dan trotoar, caci maki sesama sopir bus berebut penumpang, juga mobil-mobil mewah yang meluncur anggun ditengah carut marut lalu lintas. Hmmm…
Bus melaju seperti siput, walau kadang sopir meng-gas dalam2 sehingga mengejutkan penumpang karena tubuhnya terlempar dari belakang ke depan, seperti hukum newton dalam fisika kalau suatu benda melakukan aksi maka akan dibalas oleh reaksi dengan arah berlawanan (kalau tdk salah sih bunyi hukumnya begitu^_^) Oya tidak lupa juga, seperti sudah menjadi kewajiban musik super bingar dari dua buah speaker di bagian belakang.
Asap rokok? wah, jangan ditanya walau penuh sesak oleh manusia dengan aroma yang beragam bahkan untuk bernapas-pun sangat susah tapi perokok itu tidak peduli..hak azazi kata mereka..Hhhh mumet!!
Satu lagi jangan pernah bermimpi kalau kita perempuan tidak kebagian tempat duduk dan terpaksa bergelantungan di atas bis yang berlari kesetanan, para pria yg beruntung dapat bangku akan dengan senang hati merelakan untuk kita. Wah, tak usah yaa…sensi mereka kurang untuk hal seperti itu. Silakan ngiri dan ngedumel melihat mereka malah kadang sangat menikmati ‘penderitaan’ kita yang terpaksa berdiri..
Sesama penumpang-pun kadang juga tidak mau mengalah. Kalau kita baru naik bus dan ada sebuah bangku kosong di pojok namun untuk menempatinya sangat susah karena sudah ada penumpang lain yang duduk di sebelah bangku kosong itu, jangan harap dia mau menggeser duduknya agar kita juga kebagian tempat duduk. Yang ada malah dia tidak bergeming sedikitpun ketika kita dengan susah payah mencoba meraih bangku di pojokan itu walau terpaksa nungging-nungging..Argghhh..
Kondektur juga kadang seenaknya, kadang kalau kita tidak punya duit pas buat bayar ongkos dia malah tidak ngasih kembalian karena gak ada (katanya..) terpaksa deh bayar ongkos mahal dengan pelayanan yang amat suangat memprihatinkan..
Yah, begitulah..sapa suruh jadi orang miskin yang terpaksa harus naik bus kemana-mana..
Tapi sungguh walau banyak kisah ’sedih’ diatas bus umum tapi aku begitu menikmatinya. Memperhatikan wajah2 penumpang yang pasti beda-beda tiap harinya. Memahami makna yang tersirat dari prilaku mereka yang kadang ajaib. Belajar tentang hidup yang sesungguhnya juga bisa dari atas bus!
Itu kalau kita menikmatinya, tapi bagi anda yang tidak suka merenung dan mengamati hal2 baru yang walau kelihatannya sederhana mungkin naik bus adalah ‘neraka dunia’ hehehehe..
Bagaimanapun aku tetap cinta naik bus umum karena banyak hal2 menarik yang aku dapat yang mungkin tidak akan pernah aku dapatkan kalau naik mobil pribadi yang mewah..Yuuukkk yak!