"Kenapa ada manusia seperti lu?" tanyaku serius tapi kukemas dengan bercanda.
"Karena ada manusia kayak lu!" jawabnya kalem.
Bagi manusia tipe easy going seperti aku, menghadapi manusia seperti dia bener-bener nguras tenaga. Betapa nggak, aku yang ceria-optimis-dan memandang hidup dari sudut indahnya saja harus bersahabat dengan manusia pengidap sinis kronis akut-paranoid-obsesif-dan selalu menghujat betapa hidup ini sangat-lah kejam!
Aneh memang, karena biasanya sebuah persahabatan terjalin karena adanya beberapa kesamaan dari kedua belah pihak entah itu hobby, cara pandang, prinsip ato apa kek gitu..Tapi, antara aku dan dia benar2 bertolak belakang. Contoh ringannya saja, aku paling anti dengan drama Korea sedang dia cintamati ama Korea bisa dibayangin betapa ramenya ‘ribut-ribut’ kecil kami ketika aku selalu mencemooh seleranya yang cengeng dan dia akan membela mati-matian drama kesayangannya dan mencoba meyakinkan aku betapa kerennya Princess Hours, ato betapa cool-nya Rain di Full House..Hhhh..cape’ deehh.. itu semua selalu bikin aku muntah.
Ato soal buku, aku selalu haus dengan buku-buku soal konspirasi Israel-Zionisme ato buku psikologi atau lifestyle gitu dan baginya tiada yang lebih keren dari Aku-nya Sjuman Jaya yg menceritakan tentang penyair besar Chairil Anwar.
Soal gaya hidup? aku adalah si Cancer yang sensitif tapi periang, aku selalu menikmati setiap momen yang aku lewati, entah itu acara2 yang aku lewati bersama teman-teman atau hanya sekedar menikmati hijaunya lapangan rumput di hadapanku. Yang pasti aku penikmat hidup. Dan dia? dia sibuk dengan dunianya sendiri, dia penyendiri dan itu terlihat jelas ketika semua kami pada tertawa gembira, tatapannya kosong entah kemana..
Soal makan? aku doyan makan, pecinta yang manis-manis dan pecinta daging pula! bandingkan dengan dia yang males makan, suka kopi atau teh pahit dan vegetarian pula! Soal spiritual, aku walau muslimah yang jauh dari sempurna tapi aku percaya Allah yang Satu sedang dia? Hmmm..masih mempertanyakan, dan ini sering jadi bahan diskusi kami.
Dan aku pikir semua sifat, pandangan hidup, gaya hidup, selera musik, film, buku pokoknya semuanya deh gak ada yang sama..dan kami selalu berdebat dan berdiskusi tentang perbedaan-perbedaan itu..
…………………………………………………………………….
Tapi, dia baik kok, baik banget malah. Dia seorang yang tulus, aku bisa merasakan dari tatapan matanya yang polos dan perhatiannya yang luar biasa. Dia punya cinta yang besar untuk sahabat seperti aku. Jangan coba-coba untuk menyakiti dan menggangguku karena dia pasti akan membela dan melindungiku mati-matian. Sangat manis bukan?
O,ya aku udah lupa kenapa kami bisa dekat bahkan udah kaya’ kembar siam begini. Cuma yang teringat jelas adalah ketika pertama kali melihatnya. Wajahnya begitu luruh. Dia terlihat kecil, lemah tidak berdaya dan butuh perlindungan. Dan entah dapat bisikan darimana aku merasa bahwa aku harus mengulurkan tangan untuk menjadi sahabatnya. Dan begitulah..
Banyak yang menganggap kami berdua aneh. Atau barangkali mungkin ada yang mikir macam-macam tentang kedekatan kami. Tapi mereka mungkin tidak pernah tahu bagaimana kami. Mereka juga gak akan mengerti tentang persahabatan ini.. So, rasanya percuma saja menjelaskan dengan berbusa-busa bahwa kami begini atau begitu..
Cuma menurutku jangan pernah mencoba berspekulasi kalau kita gak tau apa-apa.
Aku pikir kenapa kami dekat, alasannya sederhana saja:
Aku dewasa ketika dia kekanakan.
Aku mendengar ketika dia bercerita
Aku tertawa ketika dia gembira
Aku menangis ketika dia terluka
Aku mengulurkan tangan ketika dia terjatuh
Aku mengingatkan ketika dia terlupa
Aku memeluk ketika semua meninggalkan-nya
Aku membenarkan ketika semua memojokkan-nya
Aku tetap tersenyum ketika semua mencibir padanya
Dan begitu juga dia padaku..
Bagiku, persahabatan tidak selamanya terjalin karena banyaknya persamaan, tapi saling mengerti, memahami dan menyayangi dengan sepenuh hati. Itu saja.
*kembali pada pertanyaan di atas kenapa ada manusia seperti dia? karena ada manusia seperti aku..ya, kami saling melengkapi;) *
Tak perlu alasan lain lagi kenapa kami dekat seperti kembar siam kan?
^_~