PASANGAN JIWA
Kadangkala aku bertanya dimana cinta berada
tersembunyi tiada kunjung menghampiri
Dua angsa memadu rindu di danau biru
bercumbu pagut sepi ku di sini letih hati
Begitu jauh waktu ku tempuh sendiri mengayuh biduk kecil,
hampa berlayar akankah berlabuh ?
hanya diam menjawab kerisauan
Kadangkala aku berkhayal
seorang di ujung sana juga tengah menanti tiba saatnya
Begitu ingin berbagi batin mengarungi hari yang berwarna
dimana dia pasangan jiwaku ?
ku mengejar bayangan kian menghilang
penuh berharap
(PASANGAN JIWA by:Katon Bagaskara..)
Acomodador
…atau titik menyerah
Selalu ada kejadian dalam hidup kita yang menghalangi kemajuan kita : suatu trauma, kelelahan yang sangat menyakitkan, kekecewaan dalam cinta, bahkan kemenangan yang tidak kita pahami, bisa membuat kita menjadi pengecut dan menghalangi kita bergerak maju.
Sebagai bagian dari proses untuk menambah kekuatan tersembunyi kita, seseorang pertama-tama harus membebaskan dirinya dari titik menyerah itu, dan untuk melakukan itu dia harus meneliti seluruh hidupnya dan meneliti di mana titik itu terjadi.
(taken from AMALIA’S BLOG)
Titik menyerah? Gw takut mengakui kalo itu yg mungkin sedang terjadi dalam kehidupan gw. Menyerah.. Ah, Bahkan gw sendiri gak yakin udah sekuat apa gw berusaha..gw bahkan tidak pasti sekuat apa usaha yang udah gw lakukan..sehingga harus menyerah?
Well, menyedihkan sekali menyadari bahwa ternyata gw belum melakukan usaha apa-apa.. Tapi, apakah dia-pasangan-jiwa itu harus dicari? dicari kemana coba? apakah dia sembunyi?
bingung..
Coba bayangkan, gw dan dia-yang-tidak-tau-entah-siapa-itu berada pada dua titik yang dipisahin oleh jarak ruang dan waktu..kemudian kami berjalan saling mencari..tapi bagaimana kalo salah satu dari kami menyerah dan ga melanjutkan proses ‘mencari’ itu lagi? akankah akhirnya kami ‘dikutuk’ utk tidak memiliki pasangan jiwa?
Hhhh, mengerikan sekali.. Kata orang, semua yang bernyawa udah ada pasangannya.. tapi bagaimana dengan orang yang mati muda? yang belum sempat bertemu dg pasangan jiwanya? apakah dia ditakdirkan emang ga punya pasangan jiwa (didunia) mungkin di akhirat sana?..
entahlah..
Beruntunglah anda yang udah menemukan pasangan jiwa.. karena sungguh, pasangan jiwa hanya-lah mimpi2 panjang yang tak berkesudahan bagi orang yang sudah dalam titik menyerah menunggu kedatangan pasangan jiwa yang tak kunjung datang..
Tapi, hidup terus mengalir kan?
bumi terus berputar..
walo mungkin tanpa pasangan jiwa ^_^