Lebaran kapan?
Bentar lagi mo lebaran, tapi mpe sekarang belom pasti juga kita lebaran hari Jumat apa Sabtu. Hhhh..napa seh harus beda-beda segala. Udah syukur puasanya sama-sama taon ini ga kaya dua tahun belakangan yg mulai puasanya beda. Eh, pas lebaran kok pada selisih pendapat seh? Pusing!
Tapi gw ntar ngikut pemerintah aja, ga ikut Muhammadiyah ato NU. Cari aman, kan dalam Al-Qur’an juga ditulis.."kita harus ngikut ama Ulil Amri (pemerintah).."
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasulnya dan pemerintah/penguasa di kalangan kalian, jika kalian berselisih dalam sesuatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian lebih baik dan lebih bagus akibatnya.” (An Nisaa’ : 59)
Dalam ayat ini terdapat dalil yang menunjukkan wajibnya mendengar dan taat kepada ulil amri (pemerintah). Yang demikian adalah secara mutlak untuk kemudian diberi taqyid (ikatan) dalam sunnah yang tsabit bahwa ketaatan kepada pemerintah adalah pada perkara yang baik dan bukan perkara maksiat. (Muamalatul Hukkam fi Dhauil Kitab was Sunnah halaman 115)
Yang dimaksudkan ulil amri dalam ayat ini adalah orang-orang yang Allah wajibkan untuk ditaati yang terdiri para penguasa, pemerintah dan para ulama.
Omong-omomg soal lebaran, jadi ingat ama Jeung Ai dan tambah ngakak ketika ngeliat postingannya, coba klik disini
Kata ustadz seh, persiapan lebaran kaya’ baju2 baru, dan segala macam pernak-pernik lebaran itu dimulai sebelum bulan Ramadahan, biar ibadah puasanya khusu’ ga sibuk mikir2 baju baru segala. Tapi mau gimana lagi udah kebiasaan kita yang makin dekat lebaran makin sibuk. Tarawehan ke mesjid juga mulai bolong-bolong..tadarusan apalagi. Hiks.. Padahal kan justru seharusnya semakin dekat lebaran, ibadahnya kian ditingkatin. 10 malam terakhir Ramadhan gitu lho, tapi yang terjadi justru sebaliknya..
Yah, benar juga kali..surga itu mahal jendral! Ga sembarang orang bisa dapet! Jangankan sorga, bisa sholat dengan khusu’ aja susahnya minta ampun..Hhhhh..
Ya, sud mumpung sekarang 10 malam terakhir mari kita manfaatin dg baek. Siapa tau ini Ramadahn terakhir kita. Siapa tau taun depan kita udah ga ada lagi..